Merupakan momen yang tak terlupakan, yang akan menghiasi memori 1000 anak bangsa yang diutus untuk mengikuti Kemp Nasional Mahasiswa 2010, pada tanggal 12-17 Agustus 2010 di Wisma Kinasih Bogor Jawa Barat. Selama hampir seminggu, peserta diajak untuk merenungkan, mencermati, dan menganalisis segala masalah dan kebobrokan bangsa serta mengambil solusi-solusi konkrit untuk mengatasinya.
Sungguh sangat memprihatinkan, ketika melihat penderitaan Ibu Pertiwi. Kemiskinan yang masih menguasai penduduk negeri ini, pengangguran tanpa solusi, pendidikan yang dijadikan sebagai lahan komersial yang akhirnya hanya dinikmati oleh orang-orang berada, dan diperparah lagi dengan ketidak adilan dan KKN dalam berbagai sendi kehidupan bangsa.
Negeri yang dikatakan kaya raya dengan potensi alamnya, namun penduduknya justru mengalami hal-hal kompleks yang memprihatinkan. Korupsi yang kelihatannya menjadi budaya yang kental di dalam lini pemerintahan, kasus suap dan disuap yang memperbudak anak-anak bangsa yang sebetulnya berkualitas tinggi, dan dihancur-leburkan oleh ketidak adilan penafsiran hukum penegak hukum.
Ditinjau dari Perguruan Tinggi sebagai penghasil/pencetak alumni-alumni yang banyak berkiprah dalam dunia pemerintahan yang memilki pengaruh paling besar bagi transformasi masyarakat, juga tidak lepas dari kasus-kasus KKN. Mulai dari kinerja kepegawaian Universitas yang korup, sampai pada staff pengajar yang berlaku tidak adil, sewenang-wenang menggunakan otoritas sebagai dosen, serta pengajaran yang tidak optimal, atau asal jalan. Perguruan Tinggi secara fungsional harusnya mencetak alumni-alumni yang bukan saja profesional dalam bidangnya, namun memliki karakter yang mulia dan dapat memecahkan masalah bangsa yang bukan hanya kompleks tetapi rumit.
Jika kenyataannya demikian, siapakah yang akan bertanggungjawab demi Indonesia yang lebih baik??? Fakta-fakta ini menunjukkan betapa krisis moral melanda anak bangsa bagaikan penyakit mematikan yang sedikit lagi akan merrengut nyawa.
Adakah solusi yang tepat? Atau pasrah dan terhanyut dengan keadaan yang ada, sambil membiarkan rasa pesimis meresapi pikiran, yang akhirnya membuat kita apatis.
Tiadak demikian. Kehadiran Alumni Kristen harus menjadi solusi. Sebagai mahasiwa Kristen, harus disadari bahwa status tersebut sebagai persiapan menghadapi maslah-masalah tersebut, bukan untuk terhanyut tetapi melawan arus yang mematikan tersebut, dan lebih mulia lagi jika dapat membendungnya. Alumni Kristen harus mampu mempertahankan integritas, sebagai wujud dari peran aktif pemulihan bagsa, ditengah-tengah kerapuhan moral bangsa. Alumni Kristen harus mampu memberikan pengaruh positif bagi Indonesia yang lebih baik.
Alumni Kristen dengan spiritualitas yang baik harus memberikan pencerahan bagi arah perjalanan bangsa, bukan dengan semakin mengurung diri pada biara-biara persekutuan sesama Kristen demi kenyamanan diri sendiri. Untuk mencapai hal ini, maka mau tidak mau harus dipersiapkan secara matang sejak mahasiswa. Pengembangan diri seorang mahasiwa Kristen harus utuh, baik spiritualnya maupun akademik/skill. Keduanya harus seimbang, karena keduanya tak terpisahkan. Dengan demikian maka tantangn-tantangn bangsa dapat diatasi. Inilah dasar optimismisme Indonesia yang lebih baik.
Inilah bingkisan yang dibawa dari KNM 2010, bagi rekan-rekan sepelayanan yang ada di NTT khususnya Kupang, dan lebih khusus lagi PMK MIPA FST Undana tercinta.
by:Kostan Mataubenu.

About kostanM

saya seorang mahasiswa fisika FST UNDANA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s