Idealisme, berasal dari kata “ide” yang berarti gagasan, buah pikiran atau cita-cita. Idealisme berkaitan dengan gagasan, impian, buah pikiran, mencita-citakan dan mengimpikan sesuatu kondisi tertentu yang terkonsep dengan baik dan spektakuler. Idealisme umumnya ditemukan dalam lingkungan kaum intelek.
Idealisme dapat melahirkan orang-orang yang radikal. Orang-orang tersebut dapat menjadi pengubah-pengubah dunia, sekaligus membahayakan bagi pihak tertentu. Tokoh-tokoh seperti Martin Luther, Osama Bin Laden, Soekarno, Nelson Mandela, menjadi tokoh fenomenal karena merealisasikan idealisme mereka. Misalkan Nelson Mandela, dengan satu ide “menghapus diskrimininasi terhadap orang kulit hitam” di Afrika Selatan, dan demi ide tersebut, dia harus berjuang bertahun-tahun, bahkan penderitaan menjadi bagian hidupnya. Dan pada akhirnya impiannya menjadi kenyataan.
Di dalam Alkitab kita dapat melihat idealisme Nehemia untuk membangun kembali tembok Yerusalem. Idealisme tersebut lahir ketika Nehemia dalam kondisi yang aman dan mencapai puncak karier sebagai juru minum di istana raja (Neh 1:11). Karena posisi penting tersebut Nehemia pun memiliki peluang yang sangat kecil untuk kembali ke Yerusalem dan merealisasikan idealismenya. Tetapi dari idealisme yang tertanam menjadi beban yang terus mengusik hatinya, dan mendorong dia untuk melakukan hal yang berbahaya bagi dirinya, yaitu berkabung, berpuasa dan berdoa dalam istana raja (Nehemia 1:4). Karena sistem istana tidak mentolelir setiap bentuk perkabungan.(Ester 4:2). Tetapi karena idealisme tersebut datangnya dari Tuhan, maka apa yang menjadi hambatan idealisme Nehemia tersingkir dengan sendirinya, malahan mendapatkan dukungan dari raja. Dan pada akhirnya tembok Yerusalem dibangun dalam waktu 52 hari saja.
Demikian kita dapat melihat bahwa dari ide atau gagasan yang sederhana, dapat melahirkan perubahan dan tranformasi yang luar biasa dan bukan tidak mungkin dapat mengubah dunia. Tetapi proses menuju realisasi idealisme membutuhkan komitmen dan pengorbanan. Kalau tidak maka idealisme hanyalah idealisme atau angan-angan semata.
Kehidupan sebagai mahasiswa merupakan kehidupan yang penuh dengan idealisme. Termasuk di dalam Persekutuan Mahasiswa Kristen. Di dalamnya terdapat idealisme yang tidak lain adalah perintah Yesus sendiri, yakni menghadirkan Kerajaan Allah di dunia. Konsekuensi dari “menghadirkan Kerajaan Allah” adalah tidak kompromi dengan hal-hal yang bertentangan dengan Kerajaan Allah.
Pertanyaannya adalah, mampukah mahasiswa Kristen yang sudah menjadi alumni menghadirkan Kerajaan Allah di dunianya? Ataukah hanya sebatas idealisme semata di masa mahasiswa? Mungkinkah semangat menghadirkan Kerajaan Allah akan tetap berkobar ketika seorang alumni Kristen terjun dari dunia mimpinya ke dalam dunia kerja yang adalah dunia nyata?
Peserta PPAK-24 merupakan mantan-mantan mahasiwa yang tentunya memiliki idealisme yang sama. Selama dua bulan peserta dibina dalam satu asrama, baik dalam bentuk eksposisi Alkitab, bina watak, kepemimpinan dan lain-lain. Dari pembinaan ini, secara langsung menanamkan idealisme-idealisme Kristiani yang mulia yang harus ditanamkan di dalam kehidupan umat manusia. Semua ini hanya semacam pemanasan, atau layaknya miniatur dari suatu bangunan yang sesungguhnya. Tetapi pemanasan bukan merupakan fokus dari suatu pertandingan olah raga, demikian juga miniatur bukan bangunan yang sesungguhnya. Pertandingan dan bangunan yang sesungguhnya adalah ketika alumni-alumni yang telah dibina, terjun dalam dunia kerja atau profesi.
Hal ini berarti bahwa dibutuhkan usaha atau tenaga untuk mewujudkan idealisme yang sudah ditanamkan, dalam berbagai bidang kehidupan, dimana Tuhan menghendakinya. Belajar dari Nehemia, bahwa dibutuhkan pengorbanan untuk dapat mewujudkan idealisme yang dimiliki. Nehemia harus keluar dari sona amannya (juru minum raja), dan pergi ke Yerusalem, atas dasar terwujudnya impian “tembok Yerusalem harus dibangun”. Dengan doa, puasa, dan iman bahwa pembangunan tembok Yerusalem adalah kehendak Allah (beban yang ditanamkan Allah), maka dengan usahanya Nehemia berhasil membangun tembok Yerusalem, meskipun banyak tantangan yang dihadapi.
Demikian juga kita sebagai orang-orang yang telah ditanamkan idealisme Kerajaan Allah (melalui PPAK-24), mesti berdoa, berpuasa, dan mengimani, dimana dan bagaimana kita merealisasikan idealisme tersebut. Maka apapun hambatannya, jika kita bergantung penuh kepada Allah, semuanya akan berjalan dengan baik. Karena tidak secara kebetulan kondisi ini terjadi pada kita.
Menjadi orang yang hanya memiliki visi, dia adalah seorang pemimpi. Menjadi orang yang hanya memiliki misi tanpa visi adalah seorang aktivis yang tak terarah. Tetapi menjadi orang yang memiliki visi dan misi yang jelas, dapat mengubah dunia (Sendija, Kepemimpinan Kristen).
Milikilah mimpi dan wujudkan mimpi itu….

by: Kostan D.F. M

About kostanM

saya seorang mahasiswa fisika FST UNDANA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s